Nama : Muhammad Aswin Albian
Nim : 11.41010.0232
Dosen : Anjik Sukmaaji, S.Kom., M.Eng.
Pentingnya Rute Statik
Rute
Statik menjadi sangat penting jika software IOC Cisco tidak bisa
membentuk sebuah rute ke tujuan tertentu. Rute Statik juga sangat
berguna untuk membuat “gateway” untuk semua paket yang tidak bisa
di”routing”.(default route).
“Stub Network”
Rute
Statik, umumnya digunakan untuk jalur/path dari jaringan ke sebuah
“stub network” (jaringan yang dibelakangnya tidak ada jaringan lain).
Sebuah
“stub network’ (kadang di sebut “leaf node”) adalah jaringan yang hanya
dapat diakses melalui satu rute. Seringkali, rute statik digunakan
sebagai jalan satu-satunya untuk keluar masuk jaringan Stub.
Catatan
: Rute statik dapat digunakan untuk koneksi ke suatu network yang tidak
terhubung langsung dengan router anda. Untuk koneksi “end-to-end”, rute
statik harus dikonfigurasi di dua arah.
Konfigurasi Rute Statik
Mengkonfigurasi
Rute statik adalah dengan memasukkan tabel routing secara manual. Tidak
terjadi perubahan dinamik dalam tabel ini selama jalur/rute aktif.
Perintah “ip route”
Perintah “ip route” digunakan untuk mengkonfigurasi sebuah rute statik dalam mode konfigurasi global.
ip route Command Syntax
Sintak untuk perintah “ip route” adalah sebagai berikut :
ip route network [mask] {address | interface}[distance] [permanent]
Parameter Perintah “ip route”
network : Network atau subnet tujuan
mask : Subnet mask
address : Alamat IP router Hop berikutnya.(IP address of next-hop router)
interface :
Nama interface yang digunakan untuk mencapai network tujuan. Interface
dapat berupa interface point-to-point. Perintah tidak akan berfungsi
jika interface adalah multiaccess (contoh “shared media Ethernet
interface”).
distance (Optional) : Mendefinisikan “administrative distance”.
permanent (Optional) : Menyatakan bahwa rute tidak akan dihapus, ketika interface mati (shuts down).
Contoh Konfigurasi Rute Statik
Tugas
rute statik untuk mencapai stub network 172.16.1.0 adalah melalui
Router A karena hanya ini satu-satunya jalan untuk mencapai network
172.16.1.0.
Contoh rute statik:
Router(config)#ip route 172.16.1.0 255.255.255.0 172.16.2.1
Ip route : Identifikasi rute statik
172.16.1.0 : Alamat IP Stub Network
255.255.255.0 : Subnet Mask
172.16.2.1 : Alamat IP Router B
Catatan : Ini adalah sebuah rute “unidirectional”. Anda harus mengkonfigurasi rute dari arah/sisi lawan (Router B).
“Default Route”
“Default
route” adalah tipe rute statik khusus. Sebuah “default route” adalah
rute yang digunakan ketika rute dari sumber/source ke tujuan tidak
dikenali atau ketika tidak terdapat informasi yang cukup dalam tabel
routing ke network tujuan.
“Default Route Forwarding”
Pada
gambar di atas, Router B dikonfigurasi untuk meneruskan/forward semua
frame ke network tujuan yang tidak terdaftar secara eksplisit dalam
routing tabel Router A.
Contoh “Default Route”
Router(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 172.16.2.2
ip route : Menyatakan rute statik
0.0.0.0 : Rute ke “nonexistent subnet”(mencakup semua IP)
0.0.0.0 : Special mask mengindikasikan “default route”
172.16.2.2: Alamat IP Router A.
0.0.0.0 : Rute ke “nonexistent subnet”(mencakup semua IP)
0.0.0.0 : Special mask mengindikasikan “default route”
172.16.2.2: Alamat IP Router A.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar