Minggu, 07 April 2013

Resume Jarkom Pertemuan 6

Angka Biner

Desimal
Biner
 1
0 0 0 0 0 0 0 1
2
0 0 0 0 0 0 1 0
3
0 0 0 0 0 0 1 1
4
0 0 0 0 0 1 0 0
5
0 0 0 0 0 1 0 1
6
0 0 0 0 0 1 1 0
7
0 1 0 0 0 1 1 1
Penjelasan :
Biner à  0    0     0     0    0    0    0    1
   ꜜ    ꜜ     ꜜ     ꜜ    ꜜ    ꜜ    ꜜ    ꜜ
   27    26    25   24   23   22   21   20
Biner à 0      1    0     0    0    1    1    1
   ꜜ     ꜜ    ꜜ     ꜜ    ꜜ    ꜜ    ꜜ    ꜜ
   27    26    25   24   23   22   21   20




Alamat Jaringan
·     Setiap satu alamat jaringan memiliki keanggotaan
   Contoh : 0000.0001 ______.______.______
0.            0.         0.         à Net ID
0.            0.         1.         à Host Add
0.            0.         2.         à Host Add
255.     255.     255.        à Broadcast
 Kelas A = 125 (224-2) = (jumlah Host Add yang dimiliki
 Kelas B =  (2(16-2)-16).(216-2) = (jumlah Host Add yang dimiliki)·        
 Kelas C = (2(24-3)-256).(28-2) = (jumlah Host Add yang dimiliki)



Pengeloala IP
·         Di Asia Afrika pengelolaan IP dilakukan oleh APNIC (Asia Pasific Network Information Center)
·         Tugas APNIC yaitu pembagi blok Nomor IP dan Nomor AS (Autonomo System). Kategori Pengalamatan IP ada 3 yaitu:
a)       Classfull Addressing (conventional):
Pengalamatan berdasarkan kelas, tanpa perlu ada subnetting.
Contoh : 10. 10. 10. 10 à default Subnetmask
b)       Subnetted Classfull Addressing
 pengalamatan dengan subnetting.
Contoh : 10. 10. 10. 10/16 à 10.10.10.0 (Net ID)
               10. 10. 10. 10/24 à 10.10.10.0 (Net ID)
c)        Classless Addressing: CIDR
Contoh :
-          10. 10. 10. 10/30 à10.10.10.8 (Net ID)
-          192. 168. 10. 100/26 à192.168.10.64 (Net ID)
Jika subnettnya diketahui berarti default. Jika subnett belum diketahui berarti ada 2 kemungkinan yaitu Subnet Classfull Add atau Class Less Add. Untuk mengetahui hal itu dapat dilihat dari Netmask.
Subnetting
·         Proses membagi sebuah network menjadi beberapa network.
·          Diperlukannya Subnett karena :
1.      Dapat memudahkan pengelolaan jaringan
2.    Meredukasi traffic yang disebabkan oleh Broadcast maupun benturan (Collision)
3.    Membantu pengembangan jaringan  ke jarak geografis yang lebih jauh (LAN ke MAN).
Konversi Subnett – Mask
1  0  0  0  0  0  0  0                  = 128
1  1  0  0  0  0  0  0                  = 192
1  1  1  0  0  0  0  0                  = 224
1  1  1  1  0  0  0  0                  = 240
1  1  1  1  1  0  0  0                  = 248
1  1  1  1  1  1  0  0                  = 252  
1  1  1  1  1  1  1  0                  = 254
1  1  1  1  1  1  1  1                  = 255

Resume Jarkom Pertemuan 4 dan 5

INTERNET LAYER PROTOKOL


Komponen Internet Layers :
1.       IP Protocol
       a. Path Selection
       b.  RIP,OSPF,BGP
2.       Routing Protokol
        a.       Addresing convention
        b.      Datagram format
        c.       Packet handing convention
3.       ICMP Protokol
        a.       Erroe reporting
        b.      Router
        c.       Signalling



IMC dapat digolongkan dalam 2 klas :
1.       Pesan kesalahan
             Digunakan sebagai umpan balik kepada divais pengirim apabila terjadi kesalahan (error).
2.       Pesan informasi 
             Digunakan oleh divais-divais untuk bertukar informasi, melakukan pengujian.

ARP
·         ARPè�� Address Resolution Protocol.
·         Protokol ini bertugas untuk menemukan hardware address (MAC Address) suatu host dengan alamat IP  tertentu.
·      Ketika suatu IP paket akan dikirim, maka paket tersebut diteruskan ke layer dibawahnya (Data Link), yang akan memberikan alamat hardware sesuai dengan alamat IP tersebut.

RARP
·         RARP è Reverse Address Resolution Protocol
·         Merupakan protokol yang bertugas untuk menemukan IP address suatu host yang hanya tahu Hardware address-nya saja (misal pada diskless machine).

Diagram
·         Packet pesan pada Internet Layer disebut juga sebagai Datagram.
·       IP Datagram mengandung alamat IP sumber dan alamat IP tujuan, masingmasing sebesar 32 bit (i.e., IP Address).
·   IP Datagram bergerak melintasi network switching dari satu node (router) ke node berikutnya berdasarkan pemilihan jalur tertentu.

Fragmentasi IP diagram
·     Peralatan memiliki Maximum Transfer Unit (MTU), sehingga packet data yang dilewatkan pada setiap router akan dipotong2 sesuai dengan ukuran MTU.
·         Packet data yang terpotong-potong ini disebut sebagai fragment.


IP addres
·         Dalam jaringan TCP/IP setiap Host ditandai dengan sebuah alamat IP (IP address) logikal yang unik.
·     Sebuah IP address pada IPv4 terdiri atas 32 bit angka biner. Sehingga, secara teoritis total IP address yang dapat dibuat adalah: 232, atau sebanyak 4.294.296 alamat IP.
·         IP Address terbagi dalam 4 blok, dimana masing-masing blok terdiri atas 8 bit.
·         Penulisan IP address dalam bentuk dotted decimal adalah: X.X.X.X
·         Contoh: 202.155.19.57
·         Karena sebuah blok terdiri atas 8 bit, secara desimal nilai X = 0 – 255.

IP Class
·         IP Address terbagi atas 5 kelas (A, B, C, D, E).
·         IP address kelas A, B, C digunakan untuk pengalamatan IP publik.
·         IP address kelas D, digunakan untuk pengalamatan multicast.
·         IP address kelas E, dicadangkan
·         Brotcash è untuk semuanya
·         Multicast è untuk kelompok multicash saja
Penentuan IP di frist Bite
Class A è 0 - 127
Class B è 128 - 191
Class C è 192 - 223
Class D è 234 - 239
Class E è 240 - 255
Host Address
·         Setiap device atau interface harus memiliki host number.
·         Total alamat host dalam sebuah network adalah: 2N – 2 (Dimana N adalah jumlah bit).
·   Pengurangan 2 disini dikarenakan dalam satu alamat jaringan selalu terdapat network address dan broadcast address.

Net Masking
·         Untuk memisahkan antara network-id dan host-id diperlukan sebuah netmask.
·         Network-id menggunakan mask binary 1, sedangkan host-id menggunakan mask binary 0.
·   Network-id dan Host-Id dibedakan dengan cara melakukan operasi AND antara IP address dan Netmask.

CIDR
·         CIDR è Classless Inter-domain Routing.
·       Dengan CIDR, network-prefix pada alamat IP tidak harus 8, 16, dan 24 bit seperti pada kelas A, B, dan C.
·       Dengan CIDR, network prefix dituliskan dalam bentuk : X.X.X.X/n è Dimana n adalah jumlah bit pada  netmask.

Nama  :Muhammad Aswin Albian
NIM   : 11410100232
Dosen : Anjik Sukmaaji, S.Kom, M.Eng

Resume Jarkom Pertemuan 3

 CONFIGURING A CATALYST SWITCH

 3 Device menurut layernya :
1. Hub
2. Switch => manange switch dan unmanange switch
3. Router

Manange Switch : tidak perlu dikelola dan tidak share ke bandwidth
Unmanange Switch : bisa dikelola, disa diklasifikasikan lebih lanjut, bisa digunakan, dan diatur lagi
Skala area network : bisa diatur sesuai kebutuhan trefik dan bisa digunakan lan IP address : Berada pada layers 3 dan IP di PC sebagia identitas
Router : Berada pada layers 2

Catalyst 1900 dan 2950 defaut configuration
- IP Address : 0.0.0.0
- CDP : Enable
- 100base port : autonegotiate duplex mode
- Console password : none

Port : kecepatan
Autonegotiate : duplex, non duplex
Spanning tree : tehnologi yang dimiliki switch agar tidak terjadi masalah dengan loop. dalam arti data yang bingung akan di stop/ dimatikan dan untuk menstabilkan MAC address table.
Console password : ketika kita console maka tidak menggunakan password
MAC : medium access address
Member dari vlan => lokal area network => lan tapi virtual (2 lan
Show : untuk menampikan statistik dan dapat di singkan SH

Cara configurasi :
- Catalyst 1900 :
     wg_sw_1900(config)#IP address (id address) (mask)
     contoh : wg_sw_1900(config)#IP address 10.5.5.11 255.255.255.0
- Catalyst 2950 :
     wg_sw_2950(config)#IP address (id address) (mask)
     contoh : wg_sw_2950(config)#IP address 10.5.5.11 255.255.255.0

- Switch memiliki database yaitu switch MAC address tabel
- Switch dapat menampung 1920 MAC address pada switch memiliki 24 port
- Fungsi port security : membatasi port
- Bila ingin merubah address tabel harus meremove terlebih dahulu
- Startup config = pertama kali menjalankan startup configurasi


Nama  :Muhammad Aswin Albian
NIM   : 11410100232
Dosen : Anjik Sukmaaji, S.Kom, M.Eng



Resume Jarkom Pertemuan 2

 PERANGKAT JARINGAN DASAR

Terdapat sejumlah perangkat yang melewatkan aliran informasi data dalam sebuah LAN. Penggabungan perangkat tersebut akan menciptakan infrastruktur LAN. Perangkat-perangkat tersebut adalah :

* Hub
Hub menghubungkan semua komputer yang terhubung ke LAN. Hub adalah repeater dengan jumlah port banyak (multiport repeater). Hub tidak mampu menentukan tujuan; Hub hanya mentrasmisikan sinyal ke setiap line yang terkoneksi dengannya, menggunakan mode half-duplex.

* Switche

Switch menghubungkan semua komputer yang terhubung ke LAN, sama seperti hub. Perbedaannya adalah switch dapat beroperasi dengan mode full-duplex dan mampu mengalihkan jalur dan memfilter informasi ke dan dari tujuan yang spesifik.

* Router

Router adalah peningkatan kemampuan dari bridge. Router mampu menunjukkan rute/jalur (route) dan memfilter informasi pada jaringan yang berbeda. Beberapa router mampu secara otomatis mendeteksi masalah dan mengalihkan jalur informasi dari area yang bermasalah.
 

 Kabel
- Auto : Menghubungkan secara otomatis
- kabel console : kabel yang digunakan untuk perangkat jaringan ke laptop menggunakan jaringan kabel console
- Staight : Menggunakan ujung kabel EIA/TIA yang sama
- Croos : Menggunakan ujung kabel EIA/TIA yangberbeda
- Kabel Serial : Menghubungkan 2 perangkat router dengan router

Perbedaan Kabet Staight dan cross
- Straight : Menghubungkan 2 perangkat yang sama 
     Contoh : PC - PC, Switch - Switch, Router - router, Router - PC, PC - Router
   Router dan PC merupakan asma karena sama-sama menggunakan kabel transmid data
- Cross : Menghubungkan 2 persangkat yang berbeda
     Contoh : PC - Switch, Switch - Router

Gateway  
Sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan 1 jaringan dengan jaringan yang lain menggunkan protokol komunikasi yang berbeda
 

Nama  :Muhammad Aswin Albian
NIM   : 11410100232
Dosen : Anjik Sukmaaji, S.Kom, M.Eng

 

Resume Jarkom Pertemuan 1



Elemen dibagi menjadi 2 :
1. Hubungan => lebih dari 1 hubungan
2. media komunikaso => Media guide dan media unguide

Guide Media (Cabel)
ditinjau dari lahan cable :
1. Tembaga
     a. Loayial => Thiu dam Thick
     b. Twisted Pair => UTP dan STP
         UTP digunakan untuk indoor sedangan STP untuk outdoor
2. Kaca => Single moden dan multi model



TIA/EIA 568A (Cross) => UTP
1. Putih - Hijau
2.Hijau
3. Putih - Orange
4. Biru
5. Putih - Biru
6. Orange
7. Putih - Coklat
8. Coklat

TIA/EIA 568B (Cross) => UTP
1. Putih -Orange
2.Orange
3. Putih - Hijau
4. Biru
5. Putih - Biru
6.Hijau
7. Putih - Coklat
8. Coklat


TIA/EIA 568A (Straight) => UTP
1.  Orange - Putih
2. Orange
3. Putih - Hijau
4. Biru
5. Putih - Biru
6. Hijau
7. Putih - Coklat
8. Coklat

TIA/EIA 568B (Straight) => UTP
1.  Orange - Putih
2. Orange
3. Putih - Hijau
4. Biru
5. Putih - Biru
6. Hijau
7. Putih - Coklat
8. Coklat

Arsitek Jaringan
OSI Model
  1. Application ( data ) => Adanya aplikasi browser
  2. Presentation ( data ) => Bagaimana menformat data
  3. Session ( data ) => Internet host
  4. Transport ( Segments ) => Hubungan antara ujung-ujung kabel agar terhubung
  5. Network ( Packles ) => Menentukan jalur yang dipaketkan
  6. Datalink ( Fream ) => Suatu mekanik pengalamatan
  7. Physical ( Bit ) => Pengubah Sigyal

Nama : Muhammad Aswin Albian
NIM : 11410100232
Dosen :  Anjik Sukmaaji, S.Kom, M.Eng

Sabtu, 06 April 2013

Resume Sistem Basis Data Pertemuan 2

DBMS merupakan software yang digunakan untuk membangun suatu sistem basis data yang “sempurna”. DBMS harus dapat mengatur basis data tersebut sehingga dapat tersimpan dengan baik tanpa menimbulkan kekacauan, dapat dipakai oleh banyak user sesuai dengan kepentingan masing-masing, melindungi dari gangguan pihak-pihak yang tidak berwenang.
 
DBMS yang utuh biasanya terdiri dari:
1.    Hardware.
Hardware merupakan sistem computer actual yang digunakan untuk menyimpan dan mengakses databse. Dalam sebuah organisasi berskala besar, hardware terdiri : jaringan dengan sebuah server pusat dan beberapa program client yang berjalan di komputer desktop.
 
2.    Software beserta utility.
Software adalah DBMS yang aktual. DBMS memungkinkan para user untuk berkomunikasi dengan database. Dengan kata lain DBMS merupakan mediator antara database dengan user. Sebuah database harus memuat seluruh data yang diperlukan oleh sebuah organisasi.
 
3.    Prosedur.
Bagian integral dari setiap sistem adalah sekumpulan prosedur yang mengontrol jalannya sistem, yaitu praktik-praktik nyata yang harus diikuti user untuk mendapatkan, memasukkan, menjaga, dan mengambil data.
 
4.    Data.
Data adalah jantung dari DBMS. Ada dua jenis data. Pertama, adalah kumpulan informasi yang diperlukan oleh suatu organisasi. Jenis data kedua adalah metadata, yaitu informasi mengenai database.
 
5.    User.
Ada sejumlah user yang dapat mengakses atau mengambil data sesuai dengan kebutuhan penggunaan aplikasi-aplikasi dan interface yang disediakan oleh DBMS, antara lain adalah:
-     Database administrator adalah orang atau group yang bertanggungjawab mengimplementasikan sistem database di dalam suatu organisasi.
-  Enduser adalah orang yang berada di depan workstation dan berinteraksi secara langsung dengan sistem.
-       Programmer aplikasi, orang yang berinteraksi dengan database melalui cara yang berbeda.
 
Contoh DBMS:
-      Database Hierarchy : Pengaksesan data harus mengikuti aturan hierarchy yang sudah didefinisikan terlebih dahulu. Contoh: IMS-2 (Information Management System) oleh IBM, 1968.
-    Data Network : Data membentuk jaringan yang lebih bebas dari model hierarchy. Contoh: IDMS (Integrated Database Management System) oleh Cullinet Software Inc, 1972.
-   Data Relational : Data dikelompokkan secara bebas menurut jenisnya lewat proses normalisasi. Contoh: INGRES oleh UN of CA & Relational Tech., 1973; System-R oleh IBM Research, 1975; ORACLE oleh Relational Software Inc. , 1979; DBASE II oleh Ashton-Tate, 1981.
 
Jenis-jenis DBMS yaitu sebagai berikut:
1.    Microsoft Access.
Microsoft Access atau Microsoft Office Access adalah program aplikasi dari Microsoft yang ditujukan untuk kalangan rumahan atau perusahaan kecil menengah. Microsoft Access menggunakan mesin basis data Microsoft Jet Database Access Engine. Microsoft mengeluarkan versi terbaru dari Microsoft Access yaitu Microsoft Access 2007.
 
2.    Oracle.
Oracle adalah salah satu software sistem manajemen basis data relasional yang cukup diminati, dikenal, dan dipakai saat ini. Oracle mempunyai kemampuan mengatur managemen space dan basis data yang besar.

3.    DB2.
Merupakan RDBMS ( relationship database management system) yang memungkinkan user menggunakan perintah-perintah SQL terhadap basis data relasional.

4.  MySQL.
MySQL merupakan sebuah perangkat lunak system manajemen basis data SQL atau data management system.

 
Keuntungan Penggunaan DBMS yaitu:
-    Kebebasan data dan akses yang efisien.
-    Mereduksi waktu pengembangan aplikasi.
-    Integritas dan keamanan data.
-    Administrasi keseragaman data.
-    Akses bersamaan dan perbaikan dari terjadinya crashes (tabrakan dari proses serentak).
-   Mengurangi data redundancy, data redundansi dapat direduksi/dikurangi, tetapi tidak dapat dihilangkan sama sekali (untuk kepentingan keyfield).
-    Membutuhkan sedikit memory untuk penyimpanan data.
 
Kerugian pengunaan DBMS antara lain:
-  Memperoleh perangkat lunak yang mahal (teknologi DBMS, Operation, Conversion, Planning, Risk). DBMS mainframe masih sangat mahal. DBMS berbasis mikro biayanya mencapai beberapa ratus dolar, dapat menggambarkan suatu organisasi yang kecil secara berarti.
- Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar. DBMS sering memerlukan kapasitas penyimpanan primer dan sekunder yang lebih besar daripada yang diperlukan oleh program aplikasi lain. Juga, kemudahan yang dibuat oleh DBMS dalam mengambil informasi mendorong lebih banyak terminal pemakai yang disertakan dalam konfigurasi daripada jika sebaliknya.
-   Mempekerjakan dan mempertahankan staf DBA DBMS memerlukan pengetahuan khusus agar dapat memanfaatkan kemampuan secara penuh. Pengetahuan khusus ini paling baik diberikan oleh pengelola database.
 
Fungsi DBMS adalah sebagai berikut:
-      Data Definition.
-      Data Manipulation.
-      Data Security & Integrity.
-   Data Recovery & Concurency.
-      Data Dictionary.
-      Performance.

Sumber:
http://www.wahyu-winoto.com/2012/04/pengertian-fungsi-dan-komponen-dalam.html