INTERNET LAYER PROTOKOL
Komponen Internet Layers :
1.
IP Protocol
a. Path Selection
b. RIP,OSPF,BGP
2.
Routing Protokol
a.
Addresing convention
b.
Datagram format
c.
Packet handing convention
3.
ICMP Protokol
a.
Erroe reporting
b.
Router
c.
Signalling
IMC dapat digolongkan
dalam 2 klas :
1. Pesan
kesalahan
Digunakan
sebagai umpan balik kepada divais pengirim apabila terjadi kesalahan (error).
2. Pesan
informasi
Digunakan
oleh divais-divais untuk bertukar informasi, melakukan pengujian.
ARP
·
ARP� Address Resolution Protocol.
·
Protokol ini bertugas untuk menemukan hardware
address (MAC Address) suatu host dengan alamat IP tertentu.
· Ketika suatu IP paket akan dikirim, maka paket
tersebut diteruskan ke layer dibawahnya (Data Link), yang akan memberikan
alamat hardware sesuai dengan alamat IP tersebut.
RARP
·
RARP è Reverse Address Resolution Protocol
·
Merupakan protokol yang bertugas untuk menemukan
IP address suatu host yang hanya tahu Hardware address-nya saja (misal pada
diskless machine).
Diagram
·
Packet pesan pada Internet Layer disebut juga
sebagai Datagram.
· IP Datagram mengandung alamat IP sumber dan
alamat IP tujuan, masingmasing sebesar 32 bit (i.e., IP Address).
· IP Datagram bergerak melintasi network switching
dari satu node (router) ke node berikutnya berdasarkan pemilihan jalur
tertentu.
Fragmentasi IP diagram
· Peralatan memiliki Maximum Transfer Unit (MTU),
sehingga packet data yang dilewatkan pada setiap router akan dipotong2 sesuai
dengan ukuran MTU.
·
Packet data yang terpotong-potong ini disebut
sebagai fragment.
IP addres
·
Dalam jaringan TCP/IP setiap Host ditandai
dengan sebuah alamat IP (IP address) logikal yang unik.
· Sebuah IP address pada IPv4 terdiri atas 32 bit
angka biner. Sehingga, secara teoritis total IP address yang dapat dibuat
adalah: 232, atau sebanyak 4.294.296 alamat IP.
·
IP Address terbagi dalam 4 blok, dimana
masing-masing blok terdiri atas 8 bit.
·
Penulisan IP address dalam bentuk dotted decimal
adalah: X.X.X.X
·
Contoh: 202.155.19.57
·
Karena sebuah blok terdiri atas 8 bit, secara
desimal nilai X = 0 – 255.
IP Class
·
IP Address terbagi atas 5 kelas (A, B, C, D, E).
·
IP address kelas A, B, C digunakan untuk
pengalamatan IP publik.
·
IP address kelas D, digunakan untuk pengalamatan
multicast.
·
IP address kelas E, dicadangkan
·
Brotcash è
untuk semuanya
·
Multicast è
untuk kelompok multicash saja
Penentuan IP di frist
Bite
Class A è 0 - 127
Class B è 128 - 191
Class C è 192 - 223
Class D è 234 - 239
Class E è 240 - 255
Host Address
·
Setiap device atau interface harus memiliki host
number.
·
Total alamat host dalam sebuah network adalah:
2N – 2 (Dimana N adalah jumlah bit).
· Pengurangan 2 disini dikarenakan dalam satu
alamat jaringan selalu terdapat network address dan broadcast address.
Net Masking
·
Untuk memisahkan antara network-id dan host-id
diperlukan sebuah netmask.
·
Network-id menggunakan mask binary 1, sedangkan
host-id menggunakan mask binary 0.
· Network-id dan Host-Id dibedakan dengan cara
melakukan operasi AND antara IP address dan Netmask.
CIDR
·
CIDR è
Classless Inter-domain Routing.
· Dengan CIDR, network-prefix pada alamat IP tidak
harus 8, 16, dan 24 bit seperti pada kelas A, B, dan C.
·
Dengan CIDR, network prefix dituliskan dalam
bentuk : X.X.X.X/n è
Dimana n adalah jumlah bit pada netmask.Nama :Muhammad Aswin Albian
NIM : 11410100232
Dosen : Anjik Sukmaaji, S.Kom, M.Eng
Dosen : Anjik Sukmaaji, S.Kom, M.Eng
Tidak ada komentar:
Posting Komentar