Minggu, 07 April 2013

Resume Jarkom Pertemuan 4 dan 5

INTERNET LAYER PROTOKOL


Komponen Internet Layers :
1.       IP Protocol
       a. Path Selection
       b.  RIP,OSPF,BGP
2.       Routing Protokol
        a.       Addresing convention
        b.      Datagram format
        c.       Packet handing convention
3.       ICMP Protokol
        a.       Erroe reporting
        b.      Router
        c.       Signalling



IMC dapat digolongkan dalam 2 klas :
1.       Pesan kesalahan
             Digunakan sebagai umpan balik kepada divais pengirim apabila terjadi kesalahan (error).
2.       Pesan informasi 
             Digunakan oleh divais-divais untuk bertukar informasi, melakukan pengujian.

ARP
·         ARPè�� Address Resolution Protocol.
·         Protokol ini bertugas untuk menemukan hardware address (MAC Address) suatu host dengan alamat IP  tertentu.
·      Ketika suatu IP paket akan dikirim, maka paket tersebut diteruskan ke layer dibawahnya (Data Link), yang akan memberikan alamat hardware sesuai dengan alamat IP tersebut.

RARP
·         RARP è Reverse Address Resolution Protocol
·         Merupakan protokol yang bertugas untuk menemukan IP address suatu host yang hanya tahu Hardware address-nya saja (misal pada diskless machine).

Diagram
·         Packet pesan pada Internet Layer disebut juga sebagai Datagram.
·       IP Datagram mengandung alamat IP sumber dan alamat IP tujuan, masingmasing sebesar 32 bit (i.e., IP Address).
·   IP Datagram bergerak melintasi network switching dari satu node (router) ke node berikutnya berdasarkan pemilihan jalur tertentu.

Fragmentasi IP diagram
·     Peralatan memiliki Maximum Transfer Unit (MTU), sehingga packet data yang dilewatkan pada setiap router akan dipotong2 sesuai dengan ukuran MTU.
·         Packet data yang terpotong-potong ini disebut sebagai fragment.


IP addres
·         Dalam jaringan TCP/IP setiap Host ditandai dengan sebuah alamat IP (IP address) logikal yang unik.
·     Sebuah IP address pada IPv4 terdiri atas 32 bit angka biner. Sehingga, secara teoritis total IP address yang dapat dibuat adalah: 232, atau sebanyak 4.294.296 alamat IP.
·         IP Address terbagi dalam 4 blok, dimana masing-masing blok terdiri atas 8 bit.
·         Penulisan IP address dalam bentuk dotted decimal adalah: X.X.X.X
·         Contoh: 202.155.19.57
·         Karena sebuah blok terdiri atas 8 bit, secara desimal nilai X = 0 – 255.

IP Class
·         IP Address terbagi atas 5 kelas (A, B, C, D, E).
·         IP address kelas A, B, C digunakan untuk pengalamatan IP publik.
·         IP address kelas D, digunakan untuk pengalamatan multicast.
·         IP address kelas E, dicadangkan
·         Brotcash è untuk semuanya
·         Multicast è untuk kelompok multicash saja
Penentuan IP di frist Bite
Class A è 0 - 127
Class B è 128 - 191
Class C è 192 - 223
Class D è 234 - 239
Class E è 240 - 255
Host Address
·         Setiap device atau interface harus memiliki host number.
·         Total alamat host dalam sebuah network adalah: 2N – 2 (Dimana N adalah jumlah bit).
·   Pengurangan 2 disini dikarenakan dalam satu alamat jaringan selalu terdapat network address dan broadcast address.

Net Masking
·         Untuk memisahkan antara network-id dan host-id diperlukan sebuah netmask.
·         Network-id menggunakan mask binary 1, sedangkan host-id menggunakan mask binary 0.
·   Network-id dan Host-Id dibedakan dengan cara melakukan operasi AND antara IP address dan Netmask.

CIDR
·         CIDR è Classless Inter-domain Routing.
·       Dengan CIDR, network-prefix pada alamat IP tidak harus 8, 16, dan 24 bit seperti pada kelas A, B, dan C.
·       Dengan CIDR, network prefix dituliskan dalam bentuk : X.X.X.X/n è Dimana n adalah jumlah bit pada  netmask.

Nama  :Muhammad Aswin Albian
NIM   : 11410100232
Dosen : Anjik Sukmaaji, S.Kom, M.Eng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar